Monday, February 10, 2014

80's: Bayangkan Jika Kita Dibesarkan Di Sweden.

  1. Baru terbaca perihal pasangan Malaysia yang dipenjarakan di Sweden atas dakwaan mendera empat orang anak mereka semenjak 3 tahun lalu.
  2. Terfikir jugak saya, apa agaknya nasib mak saya jika saya juga dibesarkan di Sweden; 25 tahun lalu. Alamat, mak saya jugak meringkuk dalam penjara gamaknya. Iyalah, kids around 80’s mungkin merasai pengalaman sama. Atau, hampir-hampir sama. Siapa yang tak merasa disebat pakai talipinggang? Dikejar dengan rotan? Ahh, pengalaman itu sakit dan mendewasakan.
  3. Sakit. Tapi, dunia sekarang lagi sakit. Memberi perlindungan atas nama hak dan asasi hingga makbapak tak lagi berfungsi sebagai Prime Minister dan First Lady keatas zuriat sendiri. Apalah sangat thrill-nya, jika makbapak hanya mampu mengekang anak dengan menyorokkan remote ASTRO? Atau, paling ‘kejam’ sorok Tab dan Ipad anak. Kesian.
  4. Lewat pengalaman saya membesar dan sebagai generasi akhir 80’s, saya bersyukur kerana dididik untuk menjadi manusia. Bukan dididik untuk jadi ‘tuan’ kepada makbapak sendiri.  19 tahun lampau, saya merasai pengalaman yang tak akan saya lihat atau rasai lagi pada generasi selepasnya. Berkebun, bertukang, atau istilah orang putihnya; DIY (Do it yourself) amat saya rindukan. Ya, saya bukanlah pakar dalam segenap ilmu kehidupan; sedikit sebanyak kesusahan zaman lampau dan dididik dengan unsur alam banyak membentuk saya supaya tidak ‘berharap lebih’ pada orang lain.
  5. Generasi hari ini buat saya marah dengan keadaan. Guru tidak boleh denda murid, murid boleh pulak saman guru. Kegilaan apa ni? Makbapak tak boleh rotan anak. Makbapak dipenjarakan. Anak jadi tuan? Tanda akhir zaman kah ni? Dunia apa yang kita duduk ni?
  6. Persoalan. Kata-kata peguam handalan mungkin bersandarkan pada ‘hak asasi’ seorang anak. Kita, walaupun membesar dengan paip getah, talipinggang merasakan bahawa itu sebahagian daripada cebisan kehidupan. Hak makbapak untuk bagi pengajaran. Sesuai dengan nas dan hadith Rasulullah SAW. Ya, zaman waktu kecil sebagai generasi 80-an bukanlah seronok sangat. Ia zaman kekurangan, zaman yang kita berkongsi rasa; kekurangan dan kelebihan, pengalaman dan cerita kehidupan. Tapi, siapa tau yang kita merasakan manisnya ‘kuasa’makbapak; merasai sendiri telapak mereka mengajar kita mana betul; mana salah. Makbapak punya ego kadangkala kita tak boleh nak digest. Kasih sayang, terluhur dan terserlah bila kita sudah mula membesar. I can feel it, seriously.
  7. Tulisan ini tak ada lah deep sangat. Ianya lebih kepada sorotan pemikiran dan kenangan waktu kecil. Saya pun taknak deep sangat. Cuma mahu berpesan pada yang terlupa, “sayangkan anak, tangan-tangankan!” 

3 comments:

Aku Topik said...

suatu hari sewaktu saya masih berumur 13 tahunan. Ada 1 kaleng berisi uang di bawah tempat tudur makbpak saya. saya ambillah wang itu sebahagiannya sebagai bekalan sekolah saya, fikir waktu itu"mungkin bisa ku kasi tahu mak nanti sepulang mereka berkebun." tapi entahlah untuk apa wang itu mungkin atau siapa yang punya hak atasnnya saya tak tahukan betul. singkat cerita seulang sekolah dah ada pelepah pisang kering tersedia untuk mendera saya "sakit mak ... sakit.... kicauku waktu itu..." dan sekarang aku tahu bahwa penalaman itu terus kuingat bahwa tak pantaslah seorang muslim mengambil hak orang lain..... sebuah pengajaran yang menyakitkan badan tapi indah untuk membuat jera...

Al-Manar said...

You should continue writing and try to enjoy it as I do

IBU PUSPITA said...

Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini IBU PUSPITA seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar ibu hayati yg dari honkong tentan MBAH KABOIREN yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya juga saya mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus,kini saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH KABOIRENG dan jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIRENG di 085-260-482-111,saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui MBAH KABOIRENG saya juga sudah bisa sesukses ini dan jangan mudah percaya kepada MBAH yg lain selain MBAH KABOIRENG karna saya juga pernah mengalami yg namanya dibohongin sama para normal yg lain,ini bukan rekayasa dari saya melainkan ini kisah nyata dari seorang TKI,jangan ada percaya klau ada yg memakai pesan ini klau bukan atas nama saya krna itu cuma bohan dan ini resmi saya yg menulis.Untuk yg punya rum erimakasih atas tumpangannya. KLIK _ GHOB _ 2D 3D _ 4D _ 6D _ DISINI












Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini IBU PUSPITA seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar ibu hayati yg dari honkong tentan MBAH KABOIREN yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya juga saya mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus,kini saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH KABOIRENG dan jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIRENG di 085-260-482-111,saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui MBAH KABOIRENG saya juga sudah bisa sesukses ini dan jangan mudah percaya kepada MBAH yg lain selain MBAH KABOIRENG karna saya juga pernah mengalami yg namanya dibohongin sama para normal yg lain,ini bukan rekayasa dari saya melainkan ini kisah nyata dari seorang TKI,janan ada percaya klau ada yg memakai pesan ini klau bukan atas nama saya krna itu cuma bohon dan ini resmi saya yg menulis.Untuk yg punya rum erimakasih atas tumpangannya. KLIK _ GHOB _ 2D 3D _ 4D _ 6D _ DISINI